2 Jam Dihajar Laravel, Tapi MyJualan Mulai Hidup

Pagi ini saya bangun sekitar jam 4.

Niatnya sederhana.

Mau memperbaiki MyJualan.My.Id yang sedang saya migrasikan ke Laravel.

Yang terjadi?

Dua jam berikutnya penuh dengan error.

Error view tidak ditemukan.

Error upload.

Error routing.

Error yang bahkan saya sendiri tidak tahu berasal dari folder yang mana.

Inilah yang paling membuat frustrasi saat belajar framework baru.

Kalau di PHP Native, saya tahu harus lihat file mana.

Kalau di Laravel rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Controller ada sendiri.

View ada sendiri.

Route ada sendiri.

Kadang error muncul di tempat yang bahkan tidak saya sentuh.

Beberapa kali saya benar-benar mikir:

"Kenapa nggak lanjut PHP Native aja ya?"

Tapi setelah muter-muter dan dibantu DeepSeek untuk debugging, satu per satu mulai beres.

Sistem edit toko berhasil jalan.

Multi user berhasil jalan.

Dashboard berhasil jalan.

URL toko publik berhasil jalan.

Pembatasan maksimal 3 toko per user berhasil jalan.

Halaman toko sudah bisa mengambil data langsung dari database.

Bahkan sudah ada user lain yang daftar dan mencoba sistemnya.

Meski jujur... isi datanya ngawur banget. 🤣

Masalah upload gambar lebih dari 2MB juga belum selesai sampai sekarang.

Daripada menghabiskan satu hari penuh hanya untuk itu, sementara saya memilih solusi sementara:

Kalau file terlalu besar, tampilkan peringatan dan minta pengguna upload file yang lebih kecil.

Tidak sempurna.

Tapi cukup untuk lanjut bergerak.

Dan mungkin itu pelajaran terbesar hari ini.

Kadang sebagai developer indie, yang penting bukan membuat semuanya sempurna.

Yang penting produknya terus maju.

Karena kalau menunggu sempurna, kemungkinan besar tidak akan pernah rilis.

Hari ini saya juga mulai sadar sesuatu.

Beberapa bulan lalu saya masih sibuk mencari cara dapat uang cepat.

Sekarang saya bangun jam 4 pagi untuk memperbaiki bug aplikasi yang bahkan belum menghasilkan uang.

Entah itu kemajuan atau kegilaan.

Tapi saya rasa saya mulai menikmati proses membangunnya.

Komentar