Dari Akun Martabak Sampai RPG Tracker: Hari Ketika Saya Melihat Jejak Diri Sendiri

Hari ini saya menghabiskan waktu yang tidak saya rencanakan sebelumnya: membuka arsip Instagram lama.


Awalnya cuma iseng.


Lalu saya menemukan banyak hal yang bahkan sudah saya lupakan.


Ada masa ketika saya membuat channel YouTube dengan konten yang sangat random. Gaming, tutorial editing, eksperimen, bahkan hal-hal yang sekarang terasa absurd untuk diingat kembali.


Lalu saya menemukan akun violin yang pernah saya buat. Saat itu saya benar-benar serius belajar biola dan bahkan sempat membayangkan menjadi pemain biola yang hebat.


Belum selesai sampai di situ.


Saya juga menemukan akun bisnis martabak mini yang pernah saya jalankan. Ada foto produk, nomor WhatsApp, promosi, dan semua hal yang biasanya dilakukan pemilik usaha kecil.


Saat melihat semuanya, saya sempat bertanya:


"Sebenernya saya ini siapa?"


Karena setiap fase terlihat seperti orang yang berbeda.


YouTuber.

Trader.

Pemain game.

Editor Photoshop.

Penjual martabak.

Pemain biola.


Namun setelah dipikir lebih lama, mungkin semuanya bukan identitas yang berbeda.


Mungkin benang merahnya selalu sama.


Saya selalu suka membuat sesuatu.


Medianya saja yang berubah.


Dulu saya membuat video.


Lalu saya membuat desain.


Lalu mencoba membuat usaha.


Hari ini saya membuat produk digital.


Ketika membuka profil Instagram saya sekarang, rasanya aneh.


Ada website sendiri.

Ada email domain sendiri.

Ada proyek yang sedang dibangun.

Ada personal branding yang lebih rapi.


Padahal di balik semua itu ada sejarah panjang penuh eksperimen yang bahkan sebagian besar sudah saya lupakan.


Hari ini saya sadar bahwa perjalanan tidak selalu terlihat masuk akal ketika sedang dijalani.


Tetapi ketika melihat ke belakang, titik-titik yang dulu terasa acak mulai terlihat terhubung.


Mungkin saya memang bukan orang yang konsisten pada satu bidang.


Tetapi saya cukup konsisten dalam satu hal:


Saya selalu tertarik untuk membuat sesuatu yang baru.

Komentar