Hari Pertama Laravel, Otak Langsung Dihajar

Kalau ada yang bilang belajar Laravel itu mudah, kemungkinan dia lupa rasanya jadi pemula.

Hari ini pertama kalinya saya benar-benar mencoba Laravel. Sebelumnya saya lebih nyaman pakai PHP Native. Bikin file, konek database, jadi. Selesai.

Pas buka Laravel...

Anjir.

Foldernya banyak banget.

Ada Controller, Model, Migration, Middleware, Blade, Route, Storage, Config dan entah apalagi yang bahkan belum sempat saya pahami namanya.

Awalnya saya cuma mau bikin aplikasi sederhana.

Tapi ternyata sebelum bikin aplikasi saya harus belajar cara berpikir baru.

Beberapa jam pertama lebih banyak bengong daripada coding.

Saya copas kode dari AI, error.

Tanya AI lagi, error lagi.

Benerin lagi, error lagi.

Untungnya perlahan mulai kebuka polanya.

Saya mulai paham fungsi web.php, cara kerja controller, hubungan model dengan database, sampai akhirnya CRUD pertama berhasil berjalan.

Jujur saja, kalau tanpa AI kemungkinan saya sudah menyerah di jam pertama.

Tapi ada satu hal yang saya sadari.

Dulu waktu pertama kali belajar VPS, saya juga bilang "ini apaan sih ribet banget."

Sekarang setting VPS sudah biasa.

Mungkin Laravel juga akan begitu.

Hari ini masih terasa seperti masuk hutan tanpa peta.

Tapi setidaknya saya sudah melangkah masuk.

Komentar