Dari Penjaga WC ke Builder Digital: Mungkin Semua Ini Tidak Seacak yang Kukira

Hari ini aku membuka kembali arsip lama.

Ada foto saat menjadi operator warnet.

Ada foto saat menjaga stand sosis bakar.

Ada foto saat menjalankan usaha fried chicken.

Ada juga screenshot vlog lamaku tahun 2019 dengan judul:

"Halo gays, welcome to my channel."

Dan jujur saja...

Aku sampai mengernyitkan dahi sendiri.

"Beneran itu semua pernah terjadi?"


Kalau dirangkum, perjalanan 10 tahun terakhirku terlihat seperti cerita yang ditulis tanpa plot.

2016

Lulus sekolah.

Menjadi waiters.

Menjadi penjaga WC.

2017

Belajar Photoshop.

Belajar Premiere Pro.

Belajar After Effects.

Belajar Blender 3D.

2018

Merantau.

Memotong kolang-kaling.

2019

Mulai membuat vlog.

"Hallo gays, welcome to my channel."

2020

Menjadi operator warnet.

2021

Menjaga stand sosis bakar.

Kadang hanya laku dua tusuk sehari.

2022

Membangun usaha fried chicken sendiri.

2023

Masih berjuang di dunia usaha.

2024

Masuk ke dunia TikTok Affiliate.

2025

Masuk lebih dalam ke dunia trading.

Mengalami banyak pelajaran pahit.

2026

Kembali ke coding.

Membangun SAPCode.

Membangun AI Psikolog.

Membangun MyJualan.


Saat melihat semua itu sekaligus, aku sempat berpikir:

"Hidupku absurd juga ya."

Karena jika seseorang membaca daftar di atas tanpa mengenalku, mungkin dia akan bertanya:

"Sebenarnya kamu mau jadi apa?"

Dan jujur...

Aku juga pernah bertanya hal yang sama kepada diriku sendiri.


Yang menarik, selama bertahun-tahun aku menganggap diriku sebagai orang yang suka berpindah-pindah.

Seolah tidak pernah menemukan arah.

Namun setelah melihat semuanya dari jarak yang cukup jauh, aku mulai melihat pola yang berbeda.

Ternyata profesinya memang berubah.

Tetapi ada sesuatu yang tidak pernah berubah.


Aku pernah ingin menjadi pengusaha F&B.

Aku pernah ingin menjadi programmer.

Aku pernah ingin menjadi filmmaker dan editor.

Aku pernah ingin menjadi content creator.

Aku bahkan pernah bermimpi menjadi musisi karena aku suka membuat musik dan memainkan beberapa alat musik.

Kelihatannya berbeda.

Tetapi sekarang aku sadar semuanya memiliki akar yang sama.

Aku selalu tertarik pada satu hal:

Menciptakan sesuatu.


Saat membuat video, aku menciptakan cerita.

Saat membuat musik, aku menciptakan lagu.

Saat berjualan, aku menciptakan usaha.

Saat coding, aku menciptakan produk.

Saat menulis, aku menciptakan ide.

Ternyata selama ini aku tidak sedang mencari profesi.

Aku sedang mencari medium.


Mungkin itulah alasan mengapa coding terasa berbeda kali ini.

Karena untuk pertama kalinya aku merasa beberapa bagian diriku bertemu di tempat yang sama.

Ada sisi builder.

Ada sisi creator.

Ada sisi entrepreneur.

Semuanya bisa hidup dalam satu ruang.


Aku tidak tahu akan menjadi apa 10 tahun lagi.

Mungkin SAPCode berkembang.

Mungkin MyJualan berkembang.

Mungkin aku kembali membuat konten.

Mungkin aku membuat produk digital.

Aku tidak tahu.

Tetapi ada satu hal yang mulai kusadari.

Mungkin 10 tahun terakhir bukanlah perjalanan yang sia-sia.

Mungkin semua pekerjaan aneh, jalan memutar, kegagalan, dan eksperimen itu sedang mengumpulkan potongan puzzle yang sekarang mulai terlihat bentuknya.

Dan untuk pertama kalinya setelah waktu yang lama, aku tidak lagi terlalu sibuk bertanya:

"Aku harus menjadi apa?"

Melainkan mulai bertanya:

"Apa yang ingin kubangun selanjutnya?"

Dan entah kenapa, pertanyaan itu terasa jauh lebih menenangkan. 🌱


Sapto Aji
Builder, Creator, dan manusia yang ternyata pernah menjadi penjaga WC, operator warnet, penjual sosis, trader, affiliate marketer, dan sekarang kembali menjadi seorang pembangun. πŸ—ΏπŸš€

Komentar