Kalau ada yang bertanya apa turning point terbesar yang terjadi dalam hidupku beberapa minggu terakhir, jawabannya mungkin akan terdengar konyol.
Bukan bisnis.
Bukan investasi.
Bukan seminar.
Bukan mentor.
Semuanya dimulai dari satu pertanyaan sederhana:
"Gimana sih cara kerja API AI?"
Saat itu aku sedang berada di fase yang aneh.
Sudah cukup lama aku kehilangan arah. Semangat hidup tidak benar-benar ada. Aku masih bergerak, masih menjalani hari-hari seperti biasa, tapi rasanya seperti berjalan tanpa kompas.
Lalu karena penasaran, aku mulai mencoba API Gemini gratis.
Awalnya hanya eksperimen kecil.
Aku ingin tahu apakah AI bisa terhubung ke program yang kubuat sendiri.
Ternyata bisa.
Dari situ muncul ide berikutnya.
Kalau AI bisa berpikir, apakah AI bisa membantu menganalisis trading?
Aku membuat sistem sederhana yang memberikan sinyal trading berdasarkan analisis AI.
Setelah berhasil berjalan, muncul pertanyaan baru.
Kalau bisa memberikan sinyal, apakah bisa langsung mengeksekusi buy dan sell?
Ternyata bisa.
Aku berhasil membuatnya berjalan di akun paper trading Binance.
Dan seperti biasa, setelah satu masalah selesai, muncul masalah baru.
Bot hanya berjalan selama laptop menyala.
Kalau laptop mati, bot ikut mati.
Di situlah aku pertama kali mulai mencari tahu tentang VPS.
Awalnya aku benar-benar buta.
Aku bahkan tidak tahu cara kerja VPS.
Tapi kebetulan saat itu sedang ada promo.
VPS Rumahweb yang biasanya sekitar 60 ribu per bulan sedang diskon menjadi sekitar 30 ribu.
Aku mencobanya.
Dan berhasil.
Dari pembelian VPS itu aku juga mendapatkan domain gratis.
QuantAnalyst.cloud.
Awalnya domain itu hanya kupointing ke Blogspot.
Aku bahkan belum terpikir membuat website pribadi.
Sampai suatu hari aku melihat promo domain murah.
Aku mencoba beberapa nama.
Sap.my.id.
Kurang pas.
Lalu aku mengetik:
SapCode.my.id
Dan entah kenapa rasanya langsung klik.
Nah, dari sinilah masalah baru muncul lagi.
Kalau sudah punya domain, kenapa tidak sekalian punya website pribadi?
Mulailah aku membangun berbagai eksperimen kecil.
MBTI Test.
AI Psikolog.
Game ringan.
Halaman portofolio.
Katalog proyek.
Masalah berikutnya datang.
API gratis sering error.
Aku butuh API yang lebih stabil.
Aku mencari provider yang bisa dibayar menggunakan QRIS.
Dari situlah aku menemukan Maiarouter.
Aku mengisi saldo pertama sebesar satu dolar.
Awalnya menggunakan DeepSeek.
Lalu berpindah ke Gemini Flash.
Eksperimen berlanjut.
Bot berjalan.
Website berjalan.
API berjalan.
Lalu aku sadar satu hal.
Kalau VPS harus dibayar 60 ribu setiap bulan, lama-lama akan terasa berat.
Aku mulai berburu hosting murah.
Dan tepat pada momen event 6.6, aku menemukan promo yang tidak kusangka.
Hosting yang harga normalnya sekitar 600 ribuan setahun turun menjadi sekitar 66 ribu.
Aku langsung mengambilnya.
Dari situ aku kembali belajar banyak hal yang sudah lama kulupakan.
Nameserver.
DNS.
Pointing domain.
cPanel.
SSL.
Semua yang terakhir kali kusentuh belasan tahun lalu.
Karena ingin membeli API langsung tanpa perantara, aku juga membuat VCC di Bank Jago.
Satu masalah selesai.
Masalah berikutnya muncul.
Dan begitu seterusnya.
Lucunya, karena aku mulai membangun berbagai proyek web, aku akhirnya membuat konten tentangnya di TikTok.
Lalu muncul pikiran:
Kalau begitu kenapa Instagramku masih terbengkalai?
Aku membuka kembali akun yang sudah lama mati.
Mengganti foto profil.
Merapikan bio.
Menautkan website.
Membersihkan tampilan akun.
Lalu aku membuka Threads lagi.
Dan ternyata di sana banyak komunitas, informasi, dan peluang yang selama ini tidak kulihat.
Saat aku melihat ke belakang, semuanya terasa lucu.
Aku tidak pernah punya rencana besar.
Aku tidak pernah duduk dan berkata:
"Aku akan membangun ekosistem digital pribadi."
Tidak.
Semuanya hanya efek domino.
Satu rasa penasaran kecil menghasilkan satu langkah.
Satu langkah menghasilkan masalah baru.
Masalah baru memaksaku belajar hal baru.
Lalu muncul kesempatan baru.
Lalu muncul ide baru.
Dua minggu lalu aku bingung soal arah hidup.
Hari ini aku justru bingung karena terlalu banyak hal menarik yang ingin dieksplorasi.
Dan mungkin itu pelajaran terbesar yang kudapat.
Kadang hidup tidak berubah karena keputusan besar.
Kadang hidup berubah karena satu pertanyaan sederhana yang terlihat sepele.
Dalam kasusku, pertanyaan itu adalah:
"Gimana sih cara kerja API AI?"
Dan tanpa kusadari, pertanyaan kecil itu menjatuhkan domino pertama yang mengubah dua minggu terakhir hidupku.
Komentar
Posting Komentar